Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Senin, 30 Mei 2016

Pelatihan BLS - ACLS Sertifikasi AHA


Sejak Januari 2014, Pro Emergency resmi menjadi International Training Center (ITC) dari American Heart Association (AHA) dalam penyelenggaraan pelatihan Basic Life Support (BLS) dan Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS). Bentuk kerjasama ini merupakan salah satu komitmen Pro Emergency dalam mewujudkan misi kami dalam menyelenggarakan pelatihan gawat darurat berstandar Internasional. Sehingga saat ini, petugas kesehatan di Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke Filipina, Hongkong ataupun Negeri Paman Sam untuk mengikuti pelatihan BLS dan ACLS dengan sertifikasi AHA, karena ada Pro Emergency yang sudah resmi sebagai  ITC AHA di Indonesia.

Pelatihan BLS AHA merupakan pelatihan yang dapat diikuti baik oleh tim medis (dokter, perawat, bidan) maupun non-medis (orang awam khusus). Tujuan dari Pelatihan BLS ini adalah memberikan pembekalan kepada petugas kesehatan agar mampu melakukan pertolongan pertama pada korban (dewasa, anak dan bayi) yang mengalami henti napas dan atau henti jantung serta pertolongan pada korban yang mengalami sumbatan jalan napas total (chocking). Dalam 1-hari pelatihan, peserta akan dilatih untuk melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan Guideline AHA terbaru 2015. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu untuk menginisiasi rantai penyelamatan, melakukan RJP berkualitas tinggi (1 dan 2 penolong) dengan atau tanpa Automatic External Defibrilation (AED), memberikan bantuan nafas yang tepat baik dengan metode Mouth to Mouth maupun dengan menggunakan Bag Valve Mask serta membebaskan sumbatan jalan napas total.

Foto: Pelatihan BLS - ACLS AHA Agustus 2015 di Kantor Pro Emergency

Sementara Pelatihan ACLS AHA adalah pelatihan lanjutan dari BLS AHA dan hanya dapat diikuti oleh dokter (umum/spesialis) dan perawat. Tujuan dari pelatihan ACLS ini adalah untuk meningkatkan keberhasilan dalam menolong korban dengan henti jantung atau kegawatdaruratan jantung melalui kerjasama tim dalam melakukan resusitasi. Selain itu, peserta juga akan diberikan pembekalan tentang bagaimana cara mengidentifikasi dan management utama pada pasien dengan Acute Coronary Syndrom (ACS) serta Stroke. Setelah menyelesaikan pelatihan ACLS yang dilaksanakan selama 2-hari, diharapkan peserta mampu untuk mengenali dan melakukan pengelolaan sebelum adanya serangan jantung yang kemungkinan akan menjadi henti jantung serta mendemonstrasikan keterampilan dalam memberikan penanganan BLS, termasuk memprioritaskan kompresi dada dan mengintegrasikan penggunaan AED. Target tersebut mencakup penguasaan penanganan pada korban dengan aritmia yang meliputi: ventrikel takichardia tanpa nadi, ventrikel fibrilasi, asistol, Pulseless Electrical Activity (PEA), bradikardi dengan nadi, serta takichardi dengan nadi. Dalam penanganan korban dengan aritmia tersebut, setiap peserta akan mendemonstrasikan penggunaan defibrilator yang tepat untuk melakukan defibrilasi maupun kardioversi, serta pemberian obat-obatan emergensi.

Metode pelatihan 100% merujuk pada metode yang disarankan oleh AHA, yaitu Video Based Presentation dimana materi disajikan dalam video dari AHA. Dengan demikian materi yang disampaikan dalam pelatihan akan sesuai dengan materi standar dari AHA yang sama di semua training center yang tersebar di lebih dari 200 negara di seluruh dunia. Pelatihan terdiri dari 25% teori dan 75% praktik. Demi keefektifan dalam proses pembelajaran serta sesuai dengan standar pelatihan dari AHA, maka dalam setiap kali pelatihan baik BLS maupun ACLS, jumlah peserta dibatasi maksimal sampai dengan 24-peserta. Dalam setiap kelasnya terdapat 1 Lead Instructor + 1 instruktur per 6-peserta. Instruktur BLS-ACLS telah tersertifikasi oleh AHA melalui program BLS – ACLS Instructor Course dan telah dimonitoring oleh Regional Faculty dari Filipina.


Peserta yang lulus melewati ujian tulis dan praktik akan mendapatkan sertifikat dan ID Card BLS dan ACLS dari AHA yang berlaku secara internasional. Selain itu, Pro Emergency akan memberikan sertifikat BLS dan ACLS akreditasi dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bagi peserta perawat. 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan BLS - ACLS AHA, silahkan klik link berikut ini: https://www.scribd.com/doc/312867070/Proposal-BLS-ACLS-sertifikasi-AHA-Pro-Emergency
atau hubungi kami di 021-87925479 / 082112395000. (hel)

Rabu, 25 Mei 2016

Pro Emergency Mengerahkan 21-Unit Ambulance untuk POPDA JABAR XI 2016

Bogor, proemergency.com – Pro Emergency menjadi bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan di perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XI Jawa Barat 2016. Sebanyak 21-unit ambulance dikerahkan di setiap titik Cabang Olahraga (Cabor) yang dilaksanakan mulai tanggal 23 – 27 Mei 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong – Bogor. Cabang Olahraga tersebut diantaranya adalah atletik, bola basket, bola voli pasir dan indoor, bulutangkis, dayung, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju dan tarung derajat.

Dukungan ambulance akan dikerahkan sejak POPDA XI Jabar 2016 resmi dibuka hingga acara penutupan. POPDA XI Jawa Barat 2016 resmi dibuka di GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (23/5/2016). Acara pembukaan dihadiri oleh para tamu undangan, kontingen serta ratusan pelajar dari sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Bogor. Sementara itu, ada puluhan sekolah se-Jabar yang mengikuti even POPDA XI Jabar 2016 ini.

Dalam mensukseskan POPDA XI Jabar 2016, persiapan tim kesehatan untuk acara ini telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu dengan melibatkan beberapa instansi, diantaranya Pro Emergency, Tim P3K dari dinkes dan puskesmas, dispora seksi P3OR, PMI dan RS. Atang Sanjaya. Adapun tim kesehatan yang dikerahkan terdiri dari 29 dokter, 48 perawat, 20 KSR dan 24 supir ambulance dengan didukung oleh total ambulance sebanyak 24 unit.

“Pro Emergency sudah sering memberikan pelayanan ambulance pada event-event berskala besar, namun ini adalah event pertama pelayanan dengan mengerahkan unit ambulance dalam jumlah yang banyak. Harapannya adalah acara POPDA XI Jabar2016 ini dapat sukses dari awal hingga akhir kegiatan serta bisa mengcover kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan fisik terutama para atlet.“ Ujar Senior Manager Bidang Pelayanan Kesehatan Pro Emergency, Rokhmad Triyanto pada Rabu (25/05/2016). Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar dengan segala kekurangan yang ada diharapkan dapat menjadi media pembelajaran untuk terus berupaya menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan.

Semoga Pro Emergency dapat memberikan dukungan terbaik khususnya bagi atlet-atlet di setiap Cabor dan POPDA XI Jabar 2016 pada umumnya. (hel)



Selasa, 17 Mei 2016

Pelatihan BTCLS


Basic Cardiovascular Life Support (BCLS) dan Basic Trauma Life Support (BTLS) atau sering dikenal dengan BTCLS adalah pelatihan penanganan kegawatdaruratan  trauma dan kardiovaskular yang ditujukan bagi para perawat atau mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Pelatihan BTCLS bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan dan perawat agar mampu menangani pasien-pasien dengan kasus-kasus trauma dan kardiovaskular, sehingga dapat menekan tingkat kecacatan maupun kematian akibat kasus trauma dan jantung.

Pelatihan BTCLS Pro Emergency diselenggarakan selama lima hari, 3 hari BTLS dan 2 hari BCLS. Pelatihan BTLS memberikan pembekalan tentang bagaimana menangani pasien dengan kasus trauma melalui pendekatan Initial Assessment and Management, yang mencakup Primary Survey dan Secondary Survey, sehingga penatalaksanaan pasien dapat dilakukan secara cepat dan tepat berdasarkan prioritas masalah. Selain materi tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Triage; Teknik Ekstrikasi, Pemindahan, Pengangkatan dan Transportasi Pasien; serta Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Pada sesi praktik, peserta akan mendapat giliran untuk masuk dalam 4 stase skill, diantaranya Airway and Breathing Management; Initial Assessment and Management; Muskuloskeletal; Lifting, Moving, Extrication, Stabilization and Transportation. 

Sementara itu, Pelatihan BCLS memberikan pembekalan mengenai penanganan pada pasien yang mengalami kegawatdaruratan jantung. Dengan mengikuti BCLS diharapkan peserta mampu mengidentifikasi tanda-tanda henti napas dan atau henti jantung serta penatalaksanaanya, mengetahui gambaran irama yang mengancam nyawa serta penatalaksanaannya, dan mengetahui penanganan pasien dengan Sindrom Koroner Akut. Peserta akan mendapatkan materi Anatomi dan Fisiologi Jantung, Basic Life Support (BLS) berdasarkan pedoman American Heart Association (AHA) terbaru tahun 2015 dan penanganan pasien dengan Sindrom Koroner Akut. Peserta juga mendapatkan materi pengayaan mengenai cara membaca gambaran elektrokardiogram, yang merupakan salah satu kelebihan Pelatihan BCLS di Pro Emergency. Pada sesi praktik, ada 3 skill yang harus diikuti oleh peserta, yaitu BLS (Resusitasi Jantung Paru pada dewasa & anak serta choking management), Elektrokardiogram dan Electrical. Setelah sesi kuliah, diskusi dan praktik, peserta akan melakukan drill exercise. Seluruh peserta akan menangani korban kegawatdaruratan pada kejadian masal. 

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre test baik pada BCLS maupun BTLS yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular, serta untuk memberikan gambaran kepada peserta tentang konten dari pelatihan BTCLS. Ujian evaluasi baik teori maupun praktik dilakukan pada hari terakhir BCLS dan BTLS.

BTCLS Pro Emergency mendapatkan total 3 sertifikat yang terpisah plus 1 ID card BTCLS. 2 sertifikat dengan akreditasi PPNI pusat senilai 2 skp untuk BCLS dan 3 skp untuk BTLS, serta 1 sertifikat dari BPPSDM Kemenkes RI senilai 1 skp. Total skp Pelatihan BTCLS Pro Emergency adalah 6 skp.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Pelatihan BTCLS, dapat menghubungi 021-825479 atau 082112395000.

Jumat, 13 Mei 2016

Unit Ambulans Baru 4 WD untuk segala medan

Pada bulan April lalu Pro Emergency telah memiliki unit ambulans baru 4 WD yang bisa beroperasi disegala medan baik diperkotaan maupun didaerah terpencil dengan infrastruktur tidak baik. Setelah selesai pembangunan, ambulans 4WD ini langsung beroperasi di daerah Jawa Timur di lokasi pembukaan daerah pertambangan.

Ambulans ini dilengkapi dengan alat dengan standar ACLS (Advanced Cardiovascular Life Support) baik dari sisi obat-obatan maupun peralatannya sehingga ambulans ini sangat siap untuk penanganan dan evakuasi pasien dengan masalah kegawatdaruratan jantung dan pembuluh darah. Alat yang tersedia di ambulans diantaranya Defibrilator (Manual / Automatic), Syringe Pump dan Emergency Kit. Adapun obat-obatan yang tersedia diantaranya: epineprin, dopamin, amiodaron dan adenosin.

Dalam hal petugas yang mengoperasikan ambulans terdiri dari dokter dan perawat. Petugas telah tersertifikasi baik nasional maupun internasional seperti BLS, BTCLS, ACLS, ATLS, GELS, Medical First Responder dan Defensive Driving. Dengan tersertifikasinya petugas diharapkan pelayanan (terutama gawat darurat) dapat diberikan secara optimal dan profesional. Seperti kita ketahui bersama pada kebanyakan pelayanan ambulans petugas yang mengoperasikan hanya pengemudi (driver) dan perawat yang tidak terlatih, sehingga jika terjadi kegawatan petugas tidak bisa menangani dengan baik.

Pro Emergency mengoperasikan pelayanan ambulans 24 jam baik pelayanan agwat darurat maupun kegiatan evakuasi medik dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain. Untuk pemesanan pelayanan ambulans masyarakat bisa menghubungi Call Center : 021-87903956 atau WA ke : 081213145000, dapat juga kirim email ke : helpline@proemergency.com.