Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Rabu, 19 Maret 2014

SINDROMA KOMPARTEMEN

Trauma

Sindroma kompartemen dapat ditemukan pada tempat dimana otot dibatasi oleh rongga fasia yang tertutup. Perlu diketahui bahwa kulit juga berfungsi sebagai lapisan penahan. Daerah yang sering terkena adalah tungkai bawah, lengan bawah, kaki, tangan, region glutea dan paha. Sindroma kompartemen terjadi bila tekanan di ruang osteofasial menimbulkan iskemia dan berikutnya nekrosis. Iskemia dapat terjadi karena peningkatan isi kompartemen akibat edema yang timbul akibat revaskularisasi sekunder dari ekstremitas yang iskemi atau karena penyusutan isi kompartemen yang disebabkan tekanan dari luar misalnya dari balutan yang menekan. Tahap akhir dari kerusakan neuromuscular disebut Volkman’s ischemic contracture.

Pemeriksaan
Semua trauma ekstremitas potensial untuk terjadinya sindroma kompartemen. Sejumlah cedera mempunyai resiko tinggi yaitu

·        Fraktur tibia dan antebrakhii.
·         Balutan kasa atau imobilisasi dengan gips yang ketat.
·         Crush injury pada masa otot yang luas.
·         Tekanan setempat yang cukup lama.
·         Peningkatan permeabilitas kapiler dalam kompartemen akibat reperfusi otot yang mengalami iskemia.
·         Luka bakar atau,
·         Latihan berat.
Kewaspadaan yang tinggi sangat penting pada pasien dengan penurunan kesadaran atau keadaan lain yang tidak dapat merasakan nyeri.

Gejala dan tanda – tanda Sindroma Kompartemen adalah:

·         Nyeri bertambah dan khususnya meningkat dengan gerakan pasif yang meregangkan otot bersangkutan,
·         Parastesia daerah distribusi saraf perifer yang terkena, menurunnya sensasi atau hilangnya fungsi dari            saraf yang melewati kompartemen tersebut.
·         Asimetris pada daerah kompartemen
·         Nyeri pada pergerakan pasif
·         Sensasi berkurang


Tidak adanya pulsasi di daerah distal biasanya jarang ditemukan dan tidak mendasari diagnosis sindroma ditemukan dan tidak mendasari diagnosis sindroma kompartemen. Kelumpuhan atau parase otot dan hilangnya pulsasi (disebabkan oleh tekanan kompartemen melebihi tekanan sistolik) merupakan tingkat lanjut dari sindroma kompartemen.

Perubahan pulsassi distal dan penurunan pengisian kapiler bukan petunjuk diagnosis sindroma kompartemen. Diagnosis klinik didasarkan atas riwayat trauma dan pemeriksaan fisik serta sikap waspada akan adanya sindroma kompartemen. Tekanan di dalam kompartemen dapat diukur dan dapat membantu diagnosis.  Tekanan melebihi 35 – 45 mmHg menyebabkan penurunan aliran darah kapiler dan menimbulkan kerusakan otot dan saraf karena anoksia. Tekanan darah sistemik penting karena semakin rendah tekanan darah, makin rendah pula tekanan kompartemen yang diperlukan untuk dapat menimbulkan sindroma kompartemen.  Pengukuran tekanan diperlukan pada semua pasien dengan perubahan rasa nyeri.

Pengelolaan
Dibuka semua balutan yang menekan, gips dan bidai pasien harus diawasi dan diperiksa setiap 30 – 60 menit. Jika tidak terdapat perbaikan, perlu dilakukan fasciotomi.
Sindroma kompartemen merupakan  keadaan yang ditentukan oleh waktu. Semakin tinggi dan semakin lama meningkatnya tekanan intra kompartemen, makin besar kerusakan neuromuscular dan hilangnya fungsi. Terlambat melakukan fasciotomi menimbulkan mioglobinemia, yang dapat menyebabkan menurunnya fungsi ginjal. Bila diagnosis atau curiga sindroma kompartemen harus segera konsultasi bedah.

JEBAKAN
Sindroma kompartemen mengancam nyawa. Penemuan klinis harus dilaporkan kepada konsultan bedah secara dini. Ingat bahwa pada pasien tidak sadar atau syok berat, gejala klinis dapat tersamar.


Sumber : Advance Trauma Life Support