Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Our Training Program. National & International Sertification. High Skill & Knowledge.

Kamis, 25 Juli 2013

"Cluster Headache"


Sakit kepala cluster (CH), juga dikenal sebagai sakit kepala histamin, adalah gangguan sakit kepala primer neurovaskular primer, patofisiologi dan etiologi yang tidak dipahami dengan baik. CH melibatkan pengelompokan sakit kepala, biasanyaselama beberapa minggu. 

Menurut kriteria diagnostik yang dikembangkan oleh International Headache Society (IHS), CH memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Riwayat serangan sakit kepala pasien parah atau sangat parah, nyeri hebat unilateral (orbital, supraorbital, atau nyeri sementara) yang berlangsung 15-180 menit dan terjadi 1-8 kali sehari
  2. Serangan berhubungan dengan 1 atau lebih dari yang berikut (semua ipsilateral): injeksi konjungtiva, lakrimasi, hidung tersumbat, rhinorrhea, dahi dan wajah berkeringat, miosis, ptosis, atau kelopak mata edema
CH sering digolongkan menjadi 2 bentuk utama sebagai berikut:
  1. CH episodik, di mana setidaknya 2 kali serangan dalam 7 hari dalam 1 tahun, namun ada periode pasien tidak mengalami serangan
  2. CH kronis, serangan sakit kepala terjadi terus menerus dalam waktu 1 tahun tanpa periode pasien tidak mengalami serangan

- "Cluster Headache" Medscape -

Rabu, 17 Juli 2013

Lebih dari 12.000 orang perawat telah dilatih BTCLS oleh Pro Emergency sejak tahun 2008 sampai dengan Mei 2013

Terhitung mulai tahun 2008 sampai dengan Mei 2013 Pro Emergency telah melatih lebih dari 12.000 perawat diseluruh Indonesia. Hal ini merupakan hal yang sangat fenomenal mengingat Pro Emergency bukanlah organisasi yang besar dibandingkan  dengan instansi lain terutama pemerintahan.

Hampir semua propinsi di Indonesia pernah di singgahi Tim Pro Emergency untuk memberi pelatihan terutama pelatihan BTCLS yang saat ini sudah menjadi pelatihan wajib bari perawat, terutama perawat yang bekerja di Unit Gawat Darurat atau Ruang Intensif (ICU).

Semua perawat wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan  dalam menangani kegawatdaruratan kardiovaskuler dan trauma. Hal ini karena saat ini penyakit kardiovaskuler dan trauma menjadi penyebab kematian utama di dunia.

Senin, 08 Juli 2013

BASIC LIFE SUPPORT : AHA International Certification


Beberapa bulan kebelakang Pro Emergency menyelenggarakan pelatihan Basic Life Support dengan sertifikasi langsung dari American Heart Association. Dalam penyelenggaran pelatihan ini Pro Emergency bekerjasama dengan Amity Public Safety Academy (APSA) dari Filipina. Pelatihan tersebut diikuti oleh 54 orang yang dibagi dalam 3 angkatan/kelas (masing-masing kelas terdiri dari 18 orang peserta).

Rencananya beberapa bulan kedepan Pro Emergency akan kembali menyelenggarakan pelatihan yang sama di Jakarta. Jika tidak ada aral melintang Pro Emergency kembali akan menggelar 3 kelas : "International AHA Certification Program" pada program pelatihan Basic Life Support for Health Provider.

Walaupun belum ada undangan resmi, bagi yang berminat bisa terlebih dahulu mencatatkan namanya di bagian Humas Pemasaran Pro Emergency dengan berkirim email ke : marketing@proemergency.com atau via SMS ke 082112395000 (winny).

Salam Hangat.

TOOLBOX MEETING


Seperti biasa setiap pagi Bagian Operasional mengadakan "Toolbox Meeting" yang diikuti oleh manager dan staff operasional terutama "Emergency Ambulance Crew". Toolbox meeting berisi tentang hal-hal sebagai berikut :
  1. Safety talk / Safety Breafing
  2. Handover antara petugas yang telah menyelesaikan jam tugasnya dengan petugas yang menggantikannya.
  3. Menggali permasalahan yang muncul dan mendiskusikan alternatif penyelesainnya.
  4. Membentuk tim yang solid dan budaya kerja positif.
Toolbox meeting sangat penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kesiapan petugas dan sarana, serta dalam rangka pelayanan yang sempurna untuk pelanggan.

Bravo Pro Emergency.

Sabtu, 06 Juli 2013

Aktifitas Crew Medical Site Pro Emergency

Berikut ini adalah beberapa kegiatan Crew Medical Site Pro Emergency di Barge Hafar Neptune Laut Jawa. Kegiatan tersebut meliputi diantaranya health service, onboard first aid training, food monitoring, dan site inspection.

Fire Drill

Setiap karyawan termasuk dokter dan perawat rumah sakit harus bisan memadamkan api sejak dini jika terjadi kebakaran dirumah sakit, hal ini agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besaf sehingga koban jiwa dan kerusakn properti bisan dihindari.

Emergency Response Plan

Setiap rumah sakit seyogyanya memiliki rencana atau prosedure untuk menghadapi keadaan darurat dan bencana seperti kebakaran, gempa bumi, kerusuhan/krisis sosial dan lain-lain. Tim ahli Pro Emergency siap membantu rumah sakit yang ingin mengmbangkan rencana tanggap darurat yang dikenal dengan MRP program.


posted from Bloggeroid

Jumat, 05 Juli 2013

Pedoman Terbaru Managemen Stroke: Pedoman Cepat dan Mudah

Pada tanggal 31 Januari 2013, American Heart Association (AHA) dan American Stroke Association (ASA) menerbitkan rekomendasi baru untuk pengelolaan awal stroke akut, menggantikan pedoman 2007 dan selanjutnya update 2009. AHA / ASA mengeluarkan pernyataan menunjukkan bahwa sementara kemajuan signifikan telah dibuat dalam pencegahan stroke dan perawatan stroke. 

Pedoman baru dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam penanganan dan perawatan stroke. Petugas kesehatan pra rumah sakit (EMS), petugas rumah sakit, dan tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam manajemen stroke harus memiliki kemampuan yang lebih baik dalam penanganan stroke. Ringkasan berikut berfungsi sebagai panduan referensi cepat untuk pedoman baru.

Perawatan pra-rumah sakit (Pre Hospital Care)
Dasar-dasar:
• Pendidikan Stroke
• Petugas kesehatan pre hospital
• Alat pemeriksaan dan penanganan pra-rumah sakit
• Manajemen sistem penanggulangan gawat darurat terpadu
• Transportasi cepat ke pusat stroke
• Kecepatan diterimanya informasi oleh petugas pra rumah sakit

The Bottom Line: Bagian manajemen pra-rumah sakit berfokus pada minimnya keterlambatan penanganan dan segera transport pasien ke pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

Tidak Berubah: Dokter dan petugas pelayanan medis rumah sakit dan darurat (EMS) harus berpartisipasi dalam program pendidikan stroke, layanan ambulans gawat darurat harus bisa membuat prioritas dalam kasus stroke dan petugas pra-rumah sakit harus menggunakan kriteria diagnostik.
Revisi: Pasien harus dibawa ke pusat pelayanan stroke yang tersertifikasi atau rumah sakit yang memiliki kapasitas dalam penanganan pasien stroke. Petugas pra rumah sakit harus melaporkan kondisi pasien yang akan dibawa ke pelayanan kesehatan tersebut agar bisa mempersiapkan penanganan segera.

-Medscape "New Stroke Management Guidelines: A Quick and Easy Guide" -

Gawat Darurat Neonatal



Petugas kesehatan di bidang gawat darurat ditantang setiap hari untuk mengenali pasien yang sakit, mendiagnosa penyakit yang mengancam jiwa, dan memulai pengobatan. Pasien yang jarang tidak terlalu sering ditemukan adalah neonatus- pasien kelompok usia tertentu yang sering menunjukan kecemasan yang dapat mempersulit penentuan diagnosa. Neonatus sering tiba di UGD dengan keluhan utama yang tidak spesifik atau riwayat gejala yang mungkin berbahaya. Untuk mengenali neonatus yang memerlukan intervensi yang menyelamatkan jiwa, petugas kesehatan perlu untuk tetap memeriksa penyakit yang mengancam jiwa dan mempersiapkan penanganannya. Karena keadaan darurat neonatal bukan masalah umum (jarang ditemukan), petugas kesehatan harus terus menambah dan memperbaharui ilmu dengan literatus yang ada. 

Berikut ini daftar keadaan darurat yang harus diwaspadai pada neonatus. Mnemonik atau singkatan THE MISFITS dapat membantu agar daftar kegawatan ini mudah diingat



"THE MISFITS"

T-Trauma (Kecelakaan/non kecelakaan)
H-Heart disease/hypovolemia/hypoxia
E-Endocrine (congenital adrenal hyperplasia, thyrotoxicosis)
M-Metabolic (electrolyte imbalance)
I-Inborn errors of metabolism: Metabolic emergencies
S-Sepsis (meningitis, pneumonia, urinary tract infection)
F-Formula mishaps (under- or overdilution)
I-Intestinal catastrophes (volvulus, intussusception, necrotizing enterocolitis)
T-Toxins/poisons (Keracunan)
S-Seizures (Kejang)

- Medscape "Neonatal Emergencies"-